Inspirasi Usaha : Lulusan ITB Ini Raup Omzet Hingga Rp 500 Juta Per Bulan berkat Jangkrik !

Inspirasi Usaha : Lulusan ITB Ini Raup Omzet Hingga Rp 500 Juta Per Bulan berkat Jangkrik !
Pada tahun 2010 Bambang merintis usaha budidaya jangkrik dengan membawa bendera usaha Trust Jaya Jangkrik di bawah naungan CV Jaya Tani di Cirebon, Jawa Barat.

Walaupun tidak memiliki latar belakang tentang pertanian dan budidaya hewan ternak, Bambang Setiawan terbukti sukses berkat tekadnya yang kuat dan kini ia telah sukses menjadi pengusaha jangkrik beromzet ratusan juta per bulan.

Saat ini Bambang sudah mempunyai lebih dari 65 orang karyawan. Bambang Setiyawan tercatat sebagai pembudidaya jangkrik terbesar se-Cirebon. Hasil kapasitas produksinya dapat mencapai  200 kilogram jangkrik dan untuk telur 8 kg yang siap dibudidayakan kembali.

Berkat usahanya, ia pun diberi sejumlah penghargaan. Tahun lalu, ia dinobatkan menjadi pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2014 untuk perwakilan Jawa Barat kategori bidang usaha industri, perdagangan, dan jasa.

Penghargaan ini didapat Bambang karena ia berhasil membuka industri peternakan jangkrik yang memang belum ada sebelumnya di Cirebon, dan membuka lapangan kerja bagi warga di Desa Bakungkidul, Kecamatan Jamblang, Cirebon.

Untuk daerah pemasarannya meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Pengiriman paling banyak adalah ke Bandung, sebanyak 100 kg per hari !

Kebanyakan jangkrik hasil tangkaranya  digunakan untuk pakan burung, pakan ikan hias, umpan memancing, dan ada juga yang pesan untuk dijual lagi.

Harga 1 kg jangkrik sebesar Rp 45.000-Rp 50.000, untuk telur jangkrik dijual lebih mahal lagi. Varietas jangkrik alam harganya Rp 350.000-Rp 400.000 per kg, sedangkan harga varietas telur jangkrik kalung sebesar Rp 325.000 per kg.

Per hari ia dapat menghasilkan omzet 15 juta ! Itupun belum termasuk dari penjualan telur jangkrik untuk pembibitan. Jika ditotal, omzet Bambang per bulan dapat mencapai Rp 500 juta!

Meskipun telah sukses dengan omzet besar, ia tidak lantas berpuas diri. Belakangan, ia melakukan ekspansi produk dengan membuat makanan olahan dari jangkrik, di antaranya kerupuk jangkrik dengan merek Cricket Chips. "Baru awal Maret ini dibuat," katanya.

Kerupuk jangkrik buatannya terbagi menjadi tiga pilihan rasa, yakni orisinal, keju, dan pedas dengan kemasan 175 gram. Harga per bungkusnya cukup murah, yakni Rp 25.000.

Dalam waktu yang tidak lama, ia ingin meluaskan jangkauan pasarnya ke Sumatera dan wilayah lain di luar Jawa. 
Memulai bisnis sejak mahasiswa
Sukses Bambang dapatkan saat ini tidak datang begitu saja. Banyak pengalaman yang ia dapatkan selama ini. Pria ini sudah mengenal bisnis sejak kuliah di  ITB.

Saat duduk dibangku kuliah, ia menekuni usaha sebagai penyuplai katering untuk berbagai acara seminar dan workshop di kampusnya. Kebetulan, ia aktif di berbagai kegiatan kampus dan sering menjadi panitia yang mengurus masalah konsumsi.

Dari kegiatan - kegiatan tersebut, ia terinsipirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi acara - acara di kampusnya. "Di ITB itu, setiap minggunya pasti ada saja seminar, pelatihan, dan saya lihat itu sebagai peluang," katanya.

Berkat kecerdasannya, ia mengajak pengusaha katering untuk bekerjasama memasok kebutuhan acara - acara yang ada di kampusnya. Tidak hanya seminar dan workshop saja, kegiatan seperti buka puasa bersama pameran ataupun kuliah umum juga ditanganinya.

Kegiatan ini dikerjakannya dari mulai pertama kuliah sampai dengan lulus kuliah. "Saya membiayai kuliah dari hasil menyuplai konsumen," katanya.

Dari pengalamannya ini, minatnya terhadap dunia bisnis semakin kuat. Cita-citanya menjadi seorang insinyur sipil yang menangani berbagai proyek konstruksi pun mulai luntur.

Baginya, menjadi seorang pengusaha lebih menarik daripada seorang insinyur. Mulai dari itu, saat lulus, Bambang sudah mantap menjadi pengusaha. Tetapi ia tidak meneruskan bisnis katering lagi, tetapi pindah haluan dengan menekuni usaha budidaya jangkrik.

Ia mendapatkan ide bisnisnya ini setelah ia melihat minimnya pasokan jangkrik di Cirebon, daerah asalnya. Setiap pulang kampung saat liburan, ia sering mendengar keluhan para pedagang dan peternak burung akan minimnya pasokan jangkrik untuk pakan burung mereka. "Saat itu, populasi jangkrik di Cirebon terus menurun," katanya.

Dari situlah, naluri bisnisnya muncul. Ia melihat itu adalah sebagai peluang bisnis baru. oleh karena itu, setelah resmi memegang gelar sarjana teknik dari ITB, ia bertekad untuk menekuni usaha budidaya jangkrik.

Jual motor
Sebagai modal awal, Bambang menjual motor satu-satunya ditambah dengan uang tabungannya, terkumpullah uang sebesar Rp 7 juta.

Tanpa menghiraukan ijazah teknik sipilnya, Bambang pun langsung memulai usaha budidaya jangkrik dengan langsung membeli kandang dan bibit jangkrik. "Ijazah saya saja belum dilegalisasi. Kalau teman-teman, begitu diwisuda, sibuk interview kerja," katanya. Beberapa perusahaan ternama pernah menawarkan pekerjaan kepadanya, tetapi Bambang menolaknya. 

Orang tua Bambang pun sempat kecewa atas sikap anaknya. Tetapi Kekecewaan orang tuanya justru semakin memacu dan mendorongnya untuk sukses di dunia usaha.

Dengan modal dari hasil penjualan sepeda motor dan tabungannya, Bambang membeli kandang beserta bibit jangkrik varietas jangkrik alam dan jangkrik seliring. Karena di Cirebon tidak ada peternakan dan pembudidayaan jangkrik, Bambang mencari bibit unggul dari luar Cirebon.

Menurut Bambang, Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, yang menjadi tempat tinggalnya dulu, merupakan sentra industri rotan. Namun, pada tahun 2008, industri rotan di wilayah tersebut mati sehingga banyak perajin rotan menganggur.

Oleh karena itu saat dia membuka usaha Trust Jaya Jangkrik di bawah bendera CV Jaya Tani di bidang budidaya jangkrik pada tahun 2010, itu menjadi peluang pekerjaan bagi orang-orang di desanya. Sebab, pada saat tersebut Bambang mempekerjakan perajin rotan yang menganggur untuk membantunya meski saat itu ia baru bisa merekrut beberapa orang.

Selama setahun, usahanya tidak selalu mulus. Bambang mengaku masih belum bisa menikmati keuntungan dari penjualan jangkrik. Sebab, dia masih harus memutar uang yang didapat untuk dijadikan modal agar usahanya terus berjalan dan berkembang. Tidak jarang ia juga terkadang mengalami kerugian karena banyak telur dan jangkrik yang mati.

Masa hidup jangkrik memang cukup singkat, dari telur hingga mati hanya dua bulan saja. Oleh karena itu, saat panen, jangkrik harus segera dikirim ke pelanggan. Jika terlambat, jangkrik akan mati. Jika saat panen belum ada pemasok, mau tidak mau Bambang harus menelan kerugian. Bambang mengaku sampai harus merugi hingga belasan juta rupiah.

Tekad dan konsistensinya akhirnya dapat merubah usahanya selama lebih dari setahun. Semakin lama pemesan yang datang makin banyak. Salah satu teknik yang dia gunakan adalah dengan cara membuat situs pemasaran jangkrikindonesia.com. Hingga kini, Trust Jaya Jangkrik berkembang menjadi kawasan budidaya jangkrik terbesar di daerah Cirebon dengan luas 1 hektar!

Hasil budidaya jangkriknya banyak didistribusikan ke toko-toko burung dan para pehobi burung kicauan, sedangkan untuk telur jangkrik dipasarkan hampir ke setiap wilayah Indonesia dari Aceh sampai Papua. Fokus utama saat ini adalah melakukan pengembangbiakan jangkrik dan memastikan kualitas dan telurnya selalu terjaga dengan baik.

Selain itu, dia juga membuka pelatihan bagi budidaya jangkrik. Meski tidak memiliki latar belakang ilmu pertanian, selama empat tahun terjun di dunia ini membuat Bambang sudah paham betul bagaimana menghasilkan jangkrik kualitas terbaik .

Untuk hasilnya saat ini, sebanyak 200 kg jangkrik per hari dan 8 kg telur jangkrik per hari. Menurut Bambang, angka itu  masih harus ditingkatkan dan dia harus terus meluaskan pasarnya hingga ke seluruh Indonesia. Oleh karena itu, ia terus mengajak warga Cirebon untuk ikut bersamanya menyuplai jangkrik untuk menambah produksi. 


sumber : bisniskeuangan.kompas.com

0 Komentar untuk "Inspirasi Usaha : Lulusan ITB Ini Raup Omzet Hingga Rp 500 Juta Per Bulan berkat Jangkrik !"

Terima kasih sudah berkunjung, silahkan meninggalkan komentar yang sopan, Copy paste harap disertai link sumber.