Sering Tindihan? Inilah Penjelasan dan Solusinya

 Sering Tindihan? Inilah Penjelasan dan Solusinya
Pernahkah anda mengalami situasi dimana saat anda sedang tidur kemudian ingin bangun tetapi sulit, bahkan anda merasa takut, entah itu melihat hantu atau seperti mau masuk ke suatu lubang yang gelap dan dalam.

Saking takutnya dan ingin segera bangun terkadang kita bisa menjerit ! Kalau saya sih pernah mengalami seperti melihat hantu, kemudian saking takutnya membaca ayat - ayat Al Qur'an sambil berteriak keras. 

Banyak orang telah merasakan kejadian seperti ini.
Kejadian lain saat saya tidur pulas. Dalam mimpi, saya melihat wajah istri saya juga sedang tidur, aku perhatikan kok berubah jadi hantu. Saking takutnya nih, kaki dan tangan gerak semua memukul dan menendang. Eh ketika bangun bibir istri saya berdarah kena amukan pukulan saya, jadi merasa bersalah deh. Mungkin anda semua juga pernah mengalaminya. Kalau orang jawa biasa menyebutnya dengan tindihan.

Sebenarnya apa itu tindihan?
Didunia medis, peristiwa tindihan disebut dengan sleep paralysis. Menurut medis, sleep paralysis adalah keadaan dimana seseorang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.

Menurut para ahli medis juga, hampir setiap orang pernah mengalami sleep paralysis. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. 

Sleep paralysis atau tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.
Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut juga mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul.

Penyebabnya?
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Untuk diketahui, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Masalah pertama yakni tahap tidur paling ringan (dalam posisi masih setengah sadar), kemudian tahap tidur yang lebih dalam, dilanjutkan tidur paling dalam serta tahap REM. 

Pada tahap inilah mimpi terjadi. Di Saat kondisi badan terlalu capek atau kita kurang tidur, gelombang otak tidak sanggup mengikuti tahap demi tahap proses tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan kita sadar (saat akan tidur) ke tahap berikutnya yakni tidur paling ringan, langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika kondisi otak mendadak terjaga dari tahap REM namun kondisi tubuh belum, di sinilah kejadian sleep paralysis dirasakan. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Meski sleep paralysis sering terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis dapat juga merupakan tanda - tanda  narcolepsy (serangan tidur tiba - tiba tanpa tanda-tanda mengantuk dahulu), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Solusi mengatasi sleep paralysis
Solusi jika sering kali Anda mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya membuat catatan mengenai pola tidur Anda selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Setelah diketahui, coba atasi dengan menghindari pemicunya. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah atau kurang tidur, cobalah tidur dan istirahat dengan cukup.

Perlu diketahui, sleep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itulah sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko gangguan tidur ini.

0 Komentar untuk "Sering Tindihan? Inilah Penjelasan dan Solusinya"

Terima kasih sudah berkunjung, silahkan meninggalkan komentar yang sopan, Copy paste harap disertai link sumber.