Dasyatnya Shirat

Dasyat nya Shirat

Dari 'Allamah Bahauddin Sayid Ali bin Abdul Karim Nili Najafi meriwayatkan suatu kejadian dari bapaknya yang semoga menjadi sebuah kisah yang membawa hikmah bagi kita semua untuk selalu meningkatkan amal perbuatan kita didunia.

Di Nila (sebuah desa di Abai) hidup seorang penjaga masjid. Suatu hari ia tidak keluar dari rumahnya, ketika orang - oarang memanggilnya ia meminta maaf karena tidak dapat menemui mereka. Orang - orang pun menyelidikinya dan ternya seluruh tubuhnya terbakar kecuali pahanya., dan ia meraung sedih dan kesakitan. Ketika orang - orang bertanya kepadanya bagaimana ia sampai terbakar, ia menjawab, "Saya bermimpi bahwa kiamat telah tiba dan manusia berada dalam kesedihan yang mendalam karena sebagian besar manusia dilemparkan kedalam neraka, sementara sebagian kecil masuk surga. Saya berada diantara orang - orang yang masuk ke surga. Tiba - tiba saya sampai pada sebuah jembatan yang besar dan panjang yang dimaksudkan sebagai kolam Shirat. Saya mulai berjalan diatasnya dan panjangnya bertambah sampai saya tiba disuatu tempat yang lebih tajam dari sebilah pedang. Dibawahnya terdapat sebuah lembah yang luas yang penuh dengan api yang hitam dan bergemuruh dan nyalanya menyembur bagaikan puncak gunung yang tinggi. Sebagian orang berjalan dengan mudah, sementara sebagian lainnya tergelincir dan jatuh. Saya begitu ketakutan sehingga tidak ada keinginan lain selain menyeberangi jembatan dengan cepat.

Tiba - tiba saya mencapai tempat dimana saya tidak bisa lagi mengendalikan diri dan saya jatuh dengan kepala mendahului masuk kedalam lubang api yang berkobar. Lubangnya tidak berujung dan api itu menarik saya masuk hingga jarak sejauh tujuh puluh tahun. Tiba - tiba saya ingat lalu berseru, "Wahai Ali bin Abi Thalib! Wahai Amirul Mukminin! Tolonglah saya tuanku." Pada saat itu saya melihat seorang berdiri ditepi lembah. Saya mengenalnya tak lain adalah  Amirul Mukminin Ali as. Saya memanggil beliau dan beliau menyuruh saya menjulurkan tangan. Saya melakukannya dan beliau menarik saya keluar dari api yang berkobar. Kemudian beliau as memadamkan api dari paha saya dengan tangannya yang diberkahi. Setelah bangun dari mimpi, saya dapati seluruh tubuh saya hangus, kecuali paha saya yang telah diusap oleh tangan beliau as." Orang ini mengobati lukanya selama tiga bulan dan sembuh.

Bilamana saya menceritakan kejadian ini kepada siapa saja, ia menjadi demam (karena takut), sementara hanya beberapa saja yang tidak terpengaruh.

Amal - amal yang bermanfaat  untuk melewati Shirat 
Amal - amal yang bermanfaat  untuk melewati Shirat dengan mudah:
1. Sayid bin Thawus dalam kitabnya Iqbal menceritakan bahwa barangsiapa shalat dua puluh rakaat setelah shalat magrib pada malam pertama bulan rajab dengan pada setiap rakaat setelah surah Al Fatihah membaca satu kali surah Al Ikhlas maka ia dan keluarganya akan diselamatkan dari azab kubur  dan akan menyeberangi kolam Shirat  secepat kilat tanpa dihisab.

2. Diceritakan bahwa barang siapa puasa selama enam hari dibulan rajab, akan menemukan kedamaian pada hari Kiamat dan akan berjalan diatas kolam Shirat dengan mudah tanpa dihisab.

3. Diceritakan bahwa orang yang shalat 10 rakaat pada malam 29 Sya'ban, pada setiap rakaat setelah surah Al Fatihah membaca masing - masing 10 kali surah at-Takatsur, surah an-Nas, surah al-Falaq, surah al-Kafirun dan surah al-Ikhlas Allah akan memberikan pahala kepadanya sama dengan ahli ilmu agama dan akan menambah amal - amal baiknya, akan memudahkan hisabnya dan ia akan menyeberangi Shirat secepat kilat.


Sumber/referensi :  Menelusuri Alam Akhirat, Syaikh Abbas bin Mohammad Reza A-Qummi  
Penerbit Lentera 

0 Komentar untuk "Dasyatnya Shirat"

Terima kasih sudah berkunjung, silahkan meninggalkan komentar yang sopan, Copy paste harap disertai link sumber.